Satu Jiwa Bonek Melayang dalam Tragedi Kanjuruhan

Dalam duka yang menyelimuti dunia sepak bola Indonesia, Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 bukan hanya mencatatkan angka korban, tetapi juga merenggut nyawa mereka yang datang dengan semangat mendukung tim kesayangan. Di antara korban yang gugur, terdapat satu nama yang menyentuh hati jutaan Bonek—sebutan bagi suporter setia Persebaya Surabaya. Dia adalah Faiz Al Fikry, seorang pendukung setia Bajul Ijo asal Ngunut, Tulungagung.

Faiz diketahui turut hadir dalam laga antara Arema FC kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang berakhir dengan kerusuhan besar. Meski datang dengan semangat persaudaraan sebagai suporter, ia tak luput dari kekacauan yang terjadi. Dalam hiruk-pikuk panik, Faiz menjadi salah satu dari ratusan korban yang kehilangan nyawa dalam peristiwa kelam tersebut.

Faiz Al Fikry

tidak hanya dikenang sebagai suporter, tetapi sebagai simbol dedikasi dan cinta tak terbatas pada klub kebanggaan. Bagi Bonek di seluruh penjuru, kepergiannya meninggalkan luka yang dalam. Namanya kini terpatri sebagai bagian dari sejarah kelam, namun penuh makna, dalam perjalanan panjang sepak bola Indonesia.

Hingga kini, keluarga, sesama Bonek, dan pecinta sepak bola masih memperingati jasanya. Tragedi Kanjuruhan mengingatkan kita semua akan pentingnya keselamatan, kemanusiaan, dan pengelolaan stadion yang lebih baik. Agar tak ada lagi warna-warni scarf yang jatuh terinjak dalam ketakutan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait