Islam di Australia: Sejarah yang Lebih Lama dari yang Dikira

Apakah ada Muslim di Australia? Tentu saja. Faktanya, lebih dari 600.000 Muslim saat ini tinggal di Negeri Kangguru, bagian dari lebih dari 130 tradisi keagamaan yang hidup berdampingan di sana. Namun yang mengejutkan banyak orang, kehadiran Islam di Australia jauh lebih tua dari yang dibayangkan — bahkan sebelum penjajah Eropa tiba.

Sebelum kapal-kapal Inggris mendarat pada akhir abad ke-18, sudah ada jejak Islam yang dibawa oleh pelaut-pelaut dari Indonesia. Pada abad ke-16, nelayan dan pedagang dari wilayah yang kini dikenal sebagai Sulawesi selatan — dikenal sebagai Makassar — rutin berlayar ke utara Australia untuk menangkap teripang, bahan makanan yang sangat berharga di pasar Asia.

Ridwaan, seorang peneliti sejarah, menjelaskan bahwa interaksi antara pelaut Makassar dan penduduk asli Aborigin bukan hanya soal perdagangan, tapi juga pertukaran budaya dan kepercayaan. Beberapa ahli bahkan menemukan jejak pengaruh Islam dalam lukisan gua dan cerita lisan komunitas Aborigin di Arnhem Land.

Jadi, jauh sebelum masjid pertama dibangun di Australia abad ke-19 oleh para pencari emas dari Afganistan, Islam sudah menyentuh tanah ini melalui pelaut-pelaut Indonesia. Kisah ini sering terlupakan, tapi penting untuk mengingat bahwa Australia bukan hanya negeri Eropa — ia juga punya akar yang terjalin erat dengan tetangga-tetangganya di utara.

Hari ini, komunitas Muslim Australia terdiri dari berbagai latar belakang: dari Turki, Lebanon, Somalia, Afghanistan, dan tentu saja, Indonesia. Mereka semua membawa warna dalam mosaik budaya yang kaya dan beragam.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait