Apakah Allah Bisa Merasa Cemburu?

Pertanyaan tentang apakah Allah cemburu mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang. Bagaimana mungkin Sang Pencipta, yang Maha Kuasa, merasakan emosi seperti cemburu? Namun, dalam ajaran Islam, ada penjelasan yang mendalam tentang hal ini. Diriwayatkan dalam hadits, Allah SWT memiliki sifat cemburu—namun bukan dalam arti negatif seperti cemburu manusia yang sering disertai kebencian atau iri hati.

Kecemburuan Allah justru lahir dari kasih sayang-Nya yang tak terbatas. Bayangkan seorang orang tua yang sangat mencintai anaknya. Ia ingin yang terbaik, melindungi dari bahaya, dan merasa "tersakiti" ketika sang anak memilih jalan yang merugikan dirinya sendiri. Begitu pula Allah. Ia melarang banyak hal bukan untuk membatasi kebebasan, tapi untuk melindungi manusia dari kesengsaraan. Saat seseorang sengaja melanggar larangan-Nya—padahal ia tahu itu bisa merusak diri sendiri—maka di sinilah kecemburuan Ilahi muncul.

Namun, penting dipahami bahwa kecemburuan ini tidak seperti cemburu manusia yang rapuh. Ini adalah ungkapan dari sifat Rahman dan Rahim—yang penuh kasih, penyayang, dan menghendaki kemaslahatan hamba-Nya. Allah tidak marah karena kehilangan kehormatan, tapi karena kepedulian terhadap nasib manusia yang Ia ciptakan dengan kasih.

Jadi, ketika kita dilarang melakukan sesuatu, itu bukan karena Allah ingin menghukum, tapi karena Ia terlalu mencintai kita untuk membiarkan kita hancur. Dalam setiap larangan, ada kasih yang dalam; dalam setiap ujian, ada perhatian yang tulus. Dan mungkin, itulah bentuk cemburu yang paling suci—cemburu dari Sang Pencinta sejati.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait