Apakah Allah Memiliki Jenis Kelamin?

Sebuah pertanyaan sering muncul di benak banyak orang: apakah Allah itu perempuan? Jawabannya sangat jelas dalam ajaran Islam—Allah SWT tidak bisa disamakan dengan makhluk-Nya, termasuk dalam hal jenis kelamin.

Manusia, hewan, dan makhluk hidup lain memiliki identitas gender, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, Allah adalah Dzat Yang Maha Tunggal, Maha Esa, dan tidak memiliki bentuk fisik seperti manusia. Ia tidak lahir, dan tidak pula melahirkan. Ia tidak membutuhkan gender karena Ia jauh melampaui segala keterbatasan makhluk.

Firman Allah dalam Surah asy-Syura ayat 11, “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat,” menjadi dasar penting bahwa tidak ada yang bisa menyerupai Allah—baik dalam wujud, sifat, maupun hakikat-Nya. Menyamakan Allah dengan manusia, termasuk memberi-Nya jenis kelamin, berarti membatasi ke-Maha-Agungan-Nya.

Umat Islam meyakini bahwa Allah adalah Al-Khaliq—Sang Pencipta—yang menciptakan laki-laki dan perempuan, tetapi Ia sendiri tidak terikat oleh ciptaan-Nya. Ia tidak butuh dikategorikan, karena Ia adalah sumber segala kategori.

Oleh karena itu, menyebut Allah sebagai laki-laki atau perempuan adalah bentuk pemahaman yang keliru. Allah SWT berada di luar segala batasan ruang, waktu, dan identitas manusia. Kita hanya bisa memahami-Nya melalui nama-nama dan sifat-Nya yang agung, seperti Ar-Rahman (Maha Pemurah), Al-Khaliq (Sang Pencipta), dan Al-Bashir (Yang Maha Melihat).

Memahami hakikat tauhid berarti menyadari bahwa tiada yang menyamai Allah—dan itulah inti dari keesaan-Nya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait