Apakah Allah Punya Orang Tua?
Sebuah pertanyaan yang sering muncul, terutama dari anak-anak atau mereka yang baru belajar tentang agama, adalah: “Apakah Allah punya orang tua?” Jawabannya sangat jelas dalam ajaran Islam: Allah SWT tidak memiliki ayah, ibu, atau saudara. Dia adalah Zat yang Maha Esa, Maha Kekal, dan tidak pernah dilahirkan—juga tidak memiliki keturunan.
Ini adalah prinsip utama dalam akidah Islam. Dalam Surah Al-Ikhlas, Allah berfirman: “Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4). Ayat ini menegaskan bahwa Allah berbeda dari makhluk-Nya. Tidak seperti manusia yang lahir dari orang tua, Allah tidak memiliki permulaan dan tidak butuh penyebab untuk ada. Dialah Awal dan Akhir.
Banyak orang mungkin memahami Tuhan melalui analogi keluarga karena dalam kehidupan sehari-hari, semua makhluk hidup memiliki ayah dan ibu. Namun, Allah bukan makhluk. Dia adalah Pencipta, tidak diciptakan. Tidak ada yang menyamai-Nya, dan tidak ada yang bisa membandingkan Zat-Nya dengan apapun yang ada di alam semesta.
Memahami konsep ini penting agar iman kita tetap murni dan tidak tercampur dengan anggapan yang keliru. Meyakini bahwa Allah punya orang tua atau keturunan berarti menempatkan-Nya pada posisi yang sama seperti makhluk, yang jelas bertentangan dengan tauhid—keesaan Allah.
Jadi, meski pertanyaannya sederhana, jawabannya membawa kita pada inti iman: bahwa hanya Allah yang layak disembah, dan tidak ada yang menyerupai-Nya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.