Kenapa Anak Autis Sering Sulit Tidur Nyenyak?

Banyak orang tua dari anak dengan autisme mungkin pernah mengalami momen ketika anaknya sulit tertidur, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu dini tanpa bisa tidur lagi. Ini bukan hanya kebetulan—penelitian menunjukkan bahwa anak dengan autisme memang lebih rentan mengalami gangguan tidur dibandingkan anak-anak pada umumnya.

Sebuah studi tahun 2019 yang dimuat dalam Spectrum menyebutkan bahwa anak autis mengalami masalah tidur hingga dua kali lebih sering daripada anak tanpa gangguan perkembangan. Gangguan ini bisa berupa kesulitan memulai tidur, tidur yang tidak teratur, atau bahkan insomnia kronis.

Apa penyebabnya? Beberapa faktor bisa berperan. Anak autis sering memiliki sensitivitas tinggi terhadap cahaya, suara, atau tekstur—semua hal yang bisa mengganggu kenyamanan saat tidur. Selain itu, pola pikir yang repetitif atau kecemasan juga bisa membuat otak mereka tetap "hidup" meski sudah waktunya istirahat. Beberapa kondisi terkait, seperti gangguan gastrointestinal atau perbedaan dalam ritme sirkadian, juga turut berkontribusi.

Yang penting untuk diingat: meski tantangan ini nyata, bukan berarti tidak bisa diatasi. Banyak keluarga berhasil memperbaiki kualitas tidur anak dengan autisme melalui rutinitas malam yang konsisten, lingkungan tidur yang tenang, dan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu anak.

Dengan dukungan yang tepat, anak autis bisa belajar mengenali sinyal tubuhnya dan menemukan cara yang membantu mereka tidur lebih nyenyak—dan itu berdampak besar pada keseharian mereka, mulai dari suasana hati hingga kemampuan belajar.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait