Apakah Anak Autis Cenderung Berjalan Jinjit?

Orang tua sering bertanya-tanya, apakah anak autis memang cenderung berjalan jinjit? Jawabannya, bisa jadi. Meski tidak semua anak autis berjalan seperti itu, banyak orang tua melaporkan kebiasaan ini pada anak mereka yang kemudian didiagnosis autisme. Namun, berjalan jinjit bukan hanya tanda autisme—kondisi ini juga bisa muncul pada anak dengan cerebral palsy, distrofi otot, atau gangguan saraf lainnya.

Berjalan jinjit yang berkelanjutan sebaiknya tidak dianggap remeh. Jika anak sudah berusia di atas 2 tahun dan masih sering berjalan jinjit tanpa alasan jelas, penting untuk membawanya ke dokter. Pada usia tersebut, sebagian besar anak sudah seharusnya mampu berjalan dengan tumit menyentuh lantai secara normal. Keberlangsungan kebiasaan ini bisa menjadi indikasi adanya hambatan perkembangan saraf atau otot.

Pada anak dengan spektrum autisme, berjalan jinjit bisa berkaitan dengan kepekaan sensorik yang tinggi atau kebutuhan untuk merasakan sensasi tertentu saat bergerak. Namun, ini bukan patokan utama untuk mendiagnosis autisme. Diagnosis memerlukan evaluasi menyeluruh oleh tenaga profesional, termasuk psikolog anak atau dokter spesialis tumbuh kembang.

Yang terpenting, orang tua tidak perlu panik, tetapi juga jangan menunda pemeriksaan. Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang untuk intervensi dini yang efektif. Setiap anak berkembang dengan caranya sendiri, tetapi tanda-tanda seperti ini layak mendapat perhatian serius. Konsultasi lebih lanjut sangat disarankan untuk memastikan kondisi anak secara menyeluruh.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait