Apakah Anak Down Syndrome Kurang Aktif Bergerak?

Orang tua yang memiliki anak dengan sindrom Down sering bertanya-tanya tentang perkembangan gerak sang buah hati. Jawabannya, anak dengan sindrom Down cenderung kurang aktif bergerak dibandingkan anak-anak pada umumnya. Hal ini bukan karena malas, tetapi lebih karena kondisi fisik yang melekat sejak lahir.

Sindrom Down menyebabkan hipotonia, yaitu kelemahan tonus otot, terutama pada bayi dan balita. Otot mereka terasa lebih lembek dan kurang kuat, sehingga gerakan seperti merangkak, duduk, atau berjalan bisa terlambat. Selain itu, banyak anak dengan sindrom Down juga mengalami masalah tiroid (hipotiroid), yang membuat metabolisme tubuh lebih lambat dan berdampak pada tingkat aktivitas mereka.

Ini bukan berarti anak tersebut tidak bisa aktif sama sekali. Dengan stimulasi yang tepat—seperti terapi fisik, latihan motorik, dan dukungan keluarga—anak dengan sindrom Down bisa belajar mengembangkan kemampuan geraknya secara bertahap. Banyak yang akhirnya bisa berjalan, bermain, bahkan ikut kegiatan olahraga ringan, meski mungkin butuh waktu lebih lama.

Yang penting, orang tua tidak perlu panik melihat bayi atau anaknya tampak lebih pasif. Ketidaktertarikan terhadap gerakan bukan soal karakter, tapi kondisi medis yang bisa dibantu dengan perawatan dan pendekatan yang konsisten. Dengan kasih sayang, kesabaran, dan pendampingan dari tenaga profesional, anak dengan sindrom Down tetap bisa tumbuh aktif dan bahagia.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait