Argentina dan Jejak Langkahnya di Piala Dunia
Argentina, dikenal dengan julukan La Albiceleste atau Tim Tango, adalah salah satu kekuatan tradisional dalam dunia sepak bola internasional. Sejak Piala Dunia pertama digelar pada 1930, Argentina hampir tidak pernah absen dari turnamen bergengsi ini. Kehadiran mereka di panggung dunia terasa begitu konsisten, kecuali pada dua edisi—1938 karena memprotes absennya tim Amerika Selatan di Piala Dunia 1934, dan 1970 karena kegagalan kualifikasi, yang menjadi satu-satunya kali mereka tidak lolos hingga saat itu.
Namun, ketiadaan bukanlah penghalang bagi reputasi mereka. Argentina adalah salah satu tim paling sukses dalam sejarah Piala Dunia. Mereka pertama kali menjadi juara pada 1978, saat menjadi tuan rumah, dengan performa gemilang dari Mario Kempes. Kemenangan kedua mereka datang puluhan tahun kemudian, pada 1986, di bawah kepemimpinan ikonik Diego Maradona yang dianggap sebagai salah satu turnamen terhebat sepanjang masa. Setelah itu, selama bertahun-tahun, fans menunggu gelar ketiga dengan penuh harap.
Harapan itu akhirnya terwujud pada Desember 2022, saat Argentina keluar sebagai juara di Piala Dunia Qatar. Dalam sebuah partai epik melawan Prancis, tim asuhan Lionel Scaloni menang lewat adu penalti setelah pertandingan berakhir 3-3. Kemenangan ini tak hanya mengukir sejarah, tetapi juga menjadi penobatan sempurna bagi Lionel Messi, yang akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia setelah perjalanan panjang.
Jadi, meski sempat absen beberapa kali, Argentina tetap menjadi raksasa sepak bola dunia. Dari era Maradona hingga Messi, mereka terus membuktikan bahwa gairah dan kebanggaan membela negara tak pernah pudar. Piala Dunia bukan sekadar turnamen bagi mereka—ini adalah warisan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.