Benarkah Arwah Orang Meninggal Bisa Pulang ke Rumah?

Di banyak budaya, termasuk di Indonesia, masih banyak yang percaya bahwa arwah orang yang telah meninggal bisa kembali mengunjungi rumah atau tempat tinggalnya dulu, terutama pada malam-malam tertentu. Kepercayaan ini sering kali berkembang dalam bentuk cerita rakyat, tradisi, atau ritual keluarga saat kematian.

Namun, jika ditinjau dari sudut pandang keagamaan, pendapat ini justru dibantah oleh ulama terkemuka seperti Buya Yahya. Dengan tegas beliau menyatakan bahwa kepercayaan arwah orang meninggal bisa pulang ke rumah adalah tidak benar. Menurutnya, setelah seseorang meninggal, ruh (jiwa) tidak lagi berkeliaran atau mengunjungi dunia fana seperti yang dipercayai sebagian masyarakat.

Buya Yahya juga menekankan bahwa kepercayaan akan roh gentayangan atau arwah yang belum tenang karena urusan tertentu adalah bagian dari khurafat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dalam pandangan Islam, setelah kematian, manusia masuk ke alam barzakh—alam antara dunia dan akhirat—dan tidak kembali ke dunia dalam bentuk yang bisa dilihat atau dirasakan oleh orang hidup.

Kepercayaan semacam ini, meskipun mungkin muncul dari rasa cinta atau kerinduan terhadap orang yang telah pergi, tetap harus dikaji secara kritis agar tidak menyebar ke keliruan akidah. Lebih baik mengenang almarhum dengan doa, amal baik, atau sedekah yang bermanfaat—bukan dengan ritual yang berlandaskan mitos.

Rasa rindu boleh jadi alami, tetapi keyakinan harus tetap berpijak pada kebenaran yang dibimbing oleh ajaran agama, bukan sekadar kepercayaan turun-temurun.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait