Apakah Berat 75 kg Termasuk Gemuk?
Menilai apakah seseorang termasuk gemuk tidak bisa hanya dilihat dari angka di timbangan. Dokter Genis Ginanjar Wahyu dari Klinik Aqma Purwakarta menjelaskan bahwa yang lebih penting adalah menghitung indeks massa tubuh (IMT), bukan hanya berat badan saja.
Sebagai contoh, seorang bernama Malih dengan tinggi 1,5 meter dan berat badan 75 kg. Untuk mengetahui status berat badannya, kita hitung IMT-nya: berat badan dibagi kuadrat tinggi badan. Dalam kasus ini, 75 dibagi 2,25 (karena 1,5 x 1,5 = 2,25), hasilnya 33,33.
Angka IMT di atas 30 sudah termasuk obesitas berat, jadi dengan nilai 33,33, Malih termasuk dalam kategori tersebut. Menurut dokter Genis, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan jantung jika tidak ditangani.
IMT memang bukan satu-satunya penilaian, karena tidak membedakan massa otot dan lemak, tetapi tetap menjadi alat sederhana untuk mengukur risiko kesehatan akibat kelebihan berat badan. Orang dengan tinggi yang sama mungkin punya kondisi tubuh berbeda, namun secara umum, angka di atas 25 sudah masuk kategori kelebihan berat badan.
Oleh karena itu, bukan sekadar angka 75 kg yang harus dikhawatirkan, tapi bagaimana proporsi berat itu terhadap tinggi badan dan kondisi tubuh secara keseluruhan. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan berkala ke dokter tetap jadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.