Berjemur Terlalu Lama Bisa Picu Demam, Ini Penjelasannya
Saat cuaca cerah, banyak orang memanfaatkan sinar matahari untuk berjemur, entah karena alasan kesehatan atau sekadar menikmati hari. Namun, berjemur terlalu lama ternyata bisa berisiko, terutama jika dilakukan tanpa perlindungan dan durasi yang berlebihan.
Ya, berjemur terlalu lama bisa menyebabkan demam. Saat tubuh terpapar panas matahari dalam waktu yang lama, suhu tubuh bisa naik drastis. Hawa panas yang masuk terus-menerus membuat tubuh kewalahan dalam mengatur temperatur. Kondisi ini bisa memicu gejala seperti demam, menggigil, pusing, bahkan mual.
Keadaan serius seperti ini dikenal sebagai heat stroke atau serangan panas. Ini bukan sekadar kelelahan karena panas, melainkan kondisi medis darurat yang perlu penanganan cepat. Tubuh yang kepanasan kehilangan kemampuan untuk mendinginkan dirinya sendiri, terutama bila kamu tidak cukup minum air atau berada di tempat terbuka tanpa naungan.
Orang tua, anak kecil, dan mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu lebih rentan mengalami dampak buruk dari panas berlebih. Karena itu, penting untuk tidak berlama-lama berada di bawah terik matahari langsung, terutama antara pukul 10 pagi hingga 3 sore, saat sinar UV paling kuat.
Jika kamu tetap ingin berjemur untuk mendapat manfaat vitamin D, cukup 10–15 menit sehari sudah cukup. Pastikan untuk tetap terhidrasi, pakai pelindung seperti topi atau payung, dan segera cari tempat teduh bila merasa kepala pusing atau badan panas.
Kesimpulannya, berjemur boleh saja, asal tidak berlebihan. Dengarkan tubuhmu—jika mulai merasa tidak nyaman, saatnya untuk beristirahat dan mendinginkan diri. Kesehatan lebih penting daripada sekadar menikmati panas matahari.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.