Binomo Bukan Investasi, Tapi Perjudian?
Belakangan, nama Binomo sering diperbincangkan di tengah masyarakat, terutama setelah maraknya iklan dan promosi di media sosial. Namun, muncul pertanyaan besar: apakah Binomo benar-benar sarana investasi atau justru bentuk perjudian?
Jawabannya telah ditegaskan oleh Satgas Waspada Investasi (SWI). Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Ketua SWI, Tongam L Tobing, Binary Option—jenis transaksi yang ditawarkan oleh Binomo—tidak masuk kategori perdagangan resmi, apalagi sebagai instrumen investasi yang sah. Menurut mereka, aktivitas ini lebih dekat dengan perjudian karena mengandalkan tebakan atas pergerakan harga dalam waktu singkat, bukan analisis atau nilai ekonomi nyata.
CNN Indonesia melaporkan pernyataan ini pada 21 Februari 2022, mengutip Satgas bahwa Binomo dan platform serupa berpotensi merugikan masyarakat karena menjanjikan keuntungan besar dalam waktu cepat, padahal risikonya sangat tinggi. Banyak pengguna yang justru mengalami kerugian besar akibat ketidakpahaman akan mekanisme dan risiko di baliknya.
Faktanya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) juga telah menyatakan bahwa Binomo tidak terdaftar dan tidak diawasi di Indonesia. Artinya, operasinya di luar kendali regulasi, sehingga tidak ada perlindungan hukum bagi pengguna jika terjadi masalah.
Jadi, meskipun tampilannya modern dan menarik, masyarakat perlu waspada. Bermain di platform seperti Binomo lebih mirip menebak-nebak angka daripada berinvestasi bijak. Seperti kata Satgas: ini bukan investasi, ini perjudian.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.