Bolehkah Berdzikir Sambil Tiduran?

Ada banyak pertanyaan seputar tata cara berdzikir, salah satunya: apakah boleh berdzikir sambil tiduran? Jawabannya, tentu saja boleh. Dalam ajaran Islam, dzikir tidak hanya terbatas pada satu posisi tertentu. Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa berdzikir bisa dilakukan dalam berbagai kondisi—baik duduk, berdiri, maupun berbaring.

Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 17: “Dan orang-orang yang berdzikir kepada Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring.” Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memudahkan umat-Nya untuk senantiasa mengingat-Nya, kapan pun dan di mana pun.

Jadi, saat kita merasa lelah dan ingin beristirahat, berbaring sembari melantunkan kalimat tasbih, tahmid, atau tahlil tetap bernilai ibadah. Bahkan, dzikir sebelum tidur justru sangat dianjurkan dalam ajaran Nabi Muhammad ﷺ. Dalam hadis riwayat Bukhari, beliau mengajarkan doa dan dzikir khusus sebelum tidur, seperti membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, serta bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak tiga puluh tiga kali.

Posisi tiduran pun tidak mengurangi nilai ibadah selama niatnya ikhlas dan dilakukan sesuai tuntunan. Tentu, jika seseorang mampu duduk atau berdiri, itu bisa menjadi pilihan yang lebih utama karena biasanya lebih khusyuk. Namun, bagi yang sedang sakit, lelah, atau benar-benar butuh istirahat, berbaring sambil berdzikir tetap diperbolehkan dan tetap mendatangkan pahala.

Intinya, Islam mengajarkan kemudahan. Asalkan dalam keadaan apa pun, hati tetap dekat dengan Allah, maka setiap langkah dan posisi bisa jadi ibadah. Termasuk saat kita berdzikir sambil tiduran.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait