Bolehkah Istighfar Hanya di Dalam Hati?

Sebagai muslim, kita dianjurkan untuk senantiasa mengingat Allah, salah satunya melalui istighfar—memohon ampun atas segala kesalahan. Pertanyaan yang sering muncul: apakah boleh melakukannya hanya di dalam hati, tanpa dilafalkan?

Jawabannya, boleh. Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa dzikir, termasuk istighfar, bisa dilakukan dengan lisan maupun di dalam hati. Artinya, meskipun tidak dilafalkan, hati yang merasa bersalah dan memohon ampun kepada Allah tetap bernilai ibadah.

Namun, ada keutamaan tersendiri ketika istighfar dilafalkan. Dengan mengucapkannya, lisan turut terlatih mengingat Allah, dan hati pun lebih mudah terpaut pada kekhusyukan. Rasulullah SAW sendiri sangat rajin beristighfar, bahkan dikatakan beliau memohon ampun lebih dari seratus kali dalam sehari.

Meski begitu, dalam situasi tertentu—seperti saat berada di tempat umum atau sedang beraktivitas—istighfar di dalam hati tetap diperbolehkan. Yang terpenting adalah kesungguhan hati untuk bertaubat dan menjauhi dosa.

Jadi, tidak perlu khawatir jika suatu saat hanya bisa memohon ampun dalam hati. Asalkan niatnya ikhlas dan hati benar-benar merasa menyesal, Allah Maha Mendengar dan Maha Pengampun. Bahkan bisikan hati yang tulus seringkali lebih dalam maknanya daripada kata-kata yang terlafal tanpa perasaan.

Tetaplah menjaga hati dan lisan untuk senantiasa mengingat-Nya, baik secara lahir maupun batin. Karena di situlah letak ketenangan sejati bagi orang-orang yang beriman.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait