Bolehkah Membaca Dzikir Lebih dari 33 Kali?

Sering kali kita mendengar anjuran untuk membaca dzikir sebanyak 33 kali setelah shalat atau di waktu-waktu tertentu. Namun, banyak yang bertanya, apakah boleh melampaui jumlah tersebut? Jawabannya, tentu saja boleh—bahkan sangat dianjurkan.

Seperti yang disebutkan dalam hadis riwayat Sahih al-Bukhari, Rasulullah ﷺ pernah membaca kalimat thayyibah seperti "Subhanallah", "Alhamdulillah", dan "Allahu Akbar" sebanyak 10 kali, 33 kali, atau bahkan 100 kali dalam beberapa kesempatan. Ini menunjukkan bahwa jumlah tersebut bukan batasan, melainkan panduan. Tidak ada larangan dalam agama untuk membaca lebih dari itu—justru, semakin banyak kita mengingat Allah, semakin besar pahalanya.

Bayangkan betapa indahnya waktu yang diisi dengan dzikir. Saat hati tenang, pikiran jernih, dan jiwa terasa dekat dengan Sang Pencipta. Allah sendiri berfirman dalam Al-Qur'an, "Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu" (QS. Al-Baqarah: 152). Setiap kalimat yang keluar dari lisan dengan ikhlas menjadi bekal di akhirat kelak.

Jadi, jika Anda merasa khusyuk dan ingin melanjutkan dzikir lebih dari 33 kali, jangan ragu. Tidak perlu terpaku pada angka. Yang terpenting adalah ketulusan hati dan kesungguhan dalam mengingat Allah. Lebih banyak dzikir berarti lebih panjangnya waktu kita berdialog dengan-Nya. Dan Allah, Maha Pemurah, tidak akan menyia-nyiakan satu pun kalimat yang diucapkan untuk-Nya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait