Bolehkah Memencet Jerawat yang Sudah Matang?

Melihat bentol merah dengan puncak putih di cermin sering kali memancing keinginan untuk segera memencetnya. Banyak orang percaya bahwa jika jerawat sudah matang, memencetnya adalah cara tercepat untuk meredakan peradangan. Namun, apakah tindakan ini benar-benar aman dilakukan?

Secara medis, para ahli kulit sangat tidak menyarankan tindakan memencet jerawat, meskipun benjolan tersebut terlihat sudah siap diekstraksi. Ketika Anda menekan jerawat, tekanan jari dapat mendorong nanah, kotoran, dan bakteri lebih dalam ke dalam lapisan kulit. Hal ini justru memicu peradangan yang lebih parah dan memperlama proses penyembuhan.

Selain risiko infeksi susulan, kebiasaan ini juga sering meninggalkan efek jangka panjang yang merusak tekstur wajah. Kerusakan jaringan akibat tekanan jari dapat menyebabkan bekas luka permanen atau bopeng yang jauh lebih sulit dihilangkan daripada jerawat itu sendiri. Hiperpigmentasi atau noda hitam juga sering muncul setelah jerawat dipaksa pecah.

Sebagai alternatif yang lebih aman, Anda bisa menggunakan totol jerawat yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida. Penggunaan pimple patch juga sangat efektif untuk menyerap cairan jerawat matang secara higienis sekaligus mencegah tangan Anda dari keinginan untuk menyentuhnya. Biarkan tubuh menyembuhkan jerawat secara alami agar kulit tetap sehat dan bebas dari bekas luka.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait