Keamanan Mengeluarkan Sperma di Dalam Saat Hamil

Banyak pasangan merasa ragu mengenai keamanan berhubungan intim saat masa kehamilan, khususnya terkait tindakan mengeluarkan sperma di dalam vagina. Secara medis, cairan sperma mengandung senyawa alami yang disebut prostaglandin. Zat ini dapat merangsang otot-otot rahim sehingga berpotensi memicu kontraksi rahim serta rasa kram pada perut bawah.

Pada kondisi kehamilan muda atau trimester awal, munculnya kontraksi perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran maupun kelahiran prematur. Oleh sebab itu, sebagian tenaga kesehatan menyarankan penggunaan kondom atau mengeluarkan sperma di luar untuk meminimalkan paparan zat tersebut pada rahim.

Meski demikian, dampak prostaglandin tidak selalu berbahaya bagi semua wanita. Apabila kehamilan dinyatakan sehat, tidak memiliki riwayat pendarahan, dan telah mendapat persetujuan dari dokter spesialis kandungan, maka hubungan seksual umumnya sangat aman dilakukan. Kunci utamanya adalah selalu berkonsultasi dengan dokter dan tetap mengutamakan kenyamanan ibu hamil.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait