Apakah Cahaya TV Berbahaya Saat Malam Hari?
Saat malam tiba dan kamu bersantai menonton TV sebelum tidur, pernahkah merasa sulit terlelap atau bangun dengan perasaan lelah? Bisa jadi, cahaya dari layar TV-lah yang jadi penyebabnya.
Dikutip dari penelitian University of Nebraska at Kearney, cahaya yang dipancarkan layar TV bisa memengaruhi tubuh lebih dari sekadar hiburan. Cahaya ini merangsang saraf dari mata menuju bagian otak yang mengatur hormon, suhu tubuh, dan siklus tidur-bangun. Alhasil, tubuh bisa tertipu mengira masih siang hari, sehingga produksi melatonin—hormon yang membantu tidur—terganggu.
Ketika ritme alami tubuh terganggu, kamu mungkin merasa sulit tidur, terjaga lebih lama dari yang diinginkan, atau malah bangun dengan rasa ngantuk dan kurang segar keesokan harinya. Efek ini mungkin tampak kecil, tapi jika terjadi terus-menerus, bisa mengganggu produktivitas dan kesehatan jangka panjang.
Layar TV memang tidak seintens ponsel atau tablet, tapi paparan cahaya biru—yang umum di perangkat elektronik—tetap ada. Meski tak terlalu terang, menonton TV dalam gelap dengan cahaya layar sebagai satu-satunya sumber cahaya justru membuat mata lebih peka dan dampaknya lebih terasa.
Untuk menjaga kualitas tidur, pertimbangkan untuk mengurangi paparan layar setidaknya 30 menit sebelum tidur. Matikan TV lebih awal, ganti dengan membaca buku atau mendengarkan musik pelan. Jika ingin menonton, atur kecerahan layar lebih redup dan hindari menonton dalam ruangan gelap total.
Tidur yang berkualitas bukan cuma soal berapa jam kamu terlelap, tapi juga bagaimana tubuh tetap bisa bekerja optimal setiap hari. Jadi, mungkin sudah waktunya meninjau ulang kebiasaan menonton TV larut malam.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.