DBD Bisa Menyebabkan Bintik Merah? Ini Penjelasannya

Ya, DBD bisa menimbulkan bintik merah pada kulit. Meski sering dikira sebagai campak, demam berdarah dengue (DBD) memang bisa menyebabkan ruam kemerahan yang tampak seperti bintik-bintik. Namun, kondisi ini tentu berbeda dengan campak, meskipun gejala awalnya terkadang mirip.

DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala biasanya muncul 4–10 hari setelah tergigit, dimulai dengan demam tinggi mendadak, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, serta nyeri otot dan sendi. Sekitar 3–5 hari kemudian, bisa muncul ruam kemerahan, terutama di wajah, dada, atau lengan. Bintik merah ini bisa menyebar dan terasa gatal, tapi tidak selalu muncul pada setiap penderita.

Sementara itu, campak juga menimbulkan ruam merah, tapi biasanya dimulai dari belakang telinga dan menyebar ke seluruh tubuh. Gejalanya cenderung lebih sistemik, seperti batuk kering, pilek, dan mata merah. Bedanya, campak disebabkan oleh virus measles dan menular lewat udara, bukan gigitan nyamuk.

Meskipun kedua penyakit bisa menyebabkan ruam, penting untuk memperhatikan gejala lainnya. Pada DBD, ada risiko perdarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah, serta penurunan trombosit. Jika demam tinggi disertai bintik merah dan gejala tersebut, segera periksa ke dokter.

Pencegahan tetap jadi kunci: hindari genangan air, pakai anti nyamuk, dan jaga kebersihan lingkungan. Jika muncul gejala mencurigakan, jangan tunda pengobatan. Dengan penanganan tepat, risiko komplikasi dari DBD bisa diminimalkan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait