Perokok di Jepang Masih Ada, Tapi Jumlahnya Terus Menurun

Ya, di Jepang masih ada perokok, meskipun jumlahnya terus menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019, sekitar 16,7% orang dewasa di Jepang masih menggunakan produk tembakau. Angka ini menunjukkan adanya tren penurunan dibandingkan dekade-dekade sebelumnya, berkat kampanye kesehatan yang gencar dan kebijakan pemerintah yang semakin ketat terhadap rokok.

Perbedaan antara pria dan wanita cukup mencolok. Dari data tersebut, tercatat 27,1% pria dewasa yang merokok setidaknya sebulan sekali, sementara di kalangan wanita, angkanya jauh lebih rendah, hanya 7,6%. Hal ini mencerminkan pergeseran budaya, di mana merokok semakin tidak populer terutama di kalangan perempuan dan generasi muda.

Di banyak kota besar seperti Tokyo dan Osaka, area merokok kini sangat terbatas. Banyak tempat umum, restoran, dan stasiun kereta api telah menerapkan larangan merokok total. Bahkan, beberapa kota menerapkan denda bagi siapa pun yang merokok di area terlarang. Langkah ini didorong oleh kesadaran akan bahaya asap rokok bagi kesehatan masyarakat.

Meski demikian, toko-toko masih menjual rokok secara bebas, dan mesin penjual rokok otomatis tetap tersebar di beberapa tempat. Namun, penggunaannya kini memerlukan kartu identitas elektronik untuk mencegah anak-anak membeli rokok.

Jepang terus bergerak menuju masyarakat yang lebih sehat, dan meskipun budaya merokok masih ada, terutama di kalangan pria paruh baya, trennya jelas menuju pengurangan. Dengan edukasi dan regulasi yang konsisten, masa depan tanpa asap rokok perlahan mulai terbentuk di Negeri Sakura.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait