Stres Bisa Picu Kambuhnya GERD, Benarkah?
Bagi banyak orang, stres bukan sekadar gangguan emosional—tapi juga bisa berdampak langsung pada kesehatan tubuh, khususnya pencernaan. Salah satu kondisi yang sering kambuh karena tekanan mental adalah GERD, atau penyakit asam lambung naik ke kerongkongan.
Ya, stres memang bisa jadi pemicu utama gejala GERD kembali muncul. Ketika seseorang merasa cemas atau tertekan, tubuh merespons dengan melepaskan hormon stres yang bisa memengaruhi kerja sistem pencernaan. Alhasil, produksi asam lambung bisa meningkat, sementara otot di ujung bawah kerongkongan (yang seharusnya mencegah asam naik) jadi kurang efektif.
Penelitian dari Journal of Neurogastroenterology and Motility bahkan menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kecemasan cenderung lebih sering mengalami gejala seperti nyeri dada, mulut pahit, atau sensasi terbakar di dada—tanda khas GERD. Ini bukan berarti stres langsung menyebabkan GERD, tapi jelas bisa memperburuk kondisi bagi mereka yang sudah memiliki masalah lambung.Faktor lain seperti pola makan, merokok, atau konsumsi kafein juga tetap berperan. Namun, mengabaikan aspek psikologis bisa membuat pengobatan jadi kurang efektif. Oleh karena itu, mengelola stres—entah lewat olahraga teratur, meditasi, atau bercakap dengan profesional—bisa jadi bagian penting dari perawatan jangka panjang.
Jadi, jika asam lambung sering kambuh saat sedang suntuk atau cemas, mungkin bukan kebetulan. Tubuh dan pikiran memang saling terhubung, dan merawat keduanya adalah kunci untuk hidup yang lebih seimbang.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.