Hubungan Antara GERD dan Keluhan Sesak Napas

Banyak orang mengira bahwa masalah sesak napas selalu berkaitan langsung dengan gangguan pada paru-paru atau jantung. Padahal, sistem pencernaan juga bisa menjadi dalang di balik sensasi dada terasa sempit ini. Salah satu penyebab yang cukup sering ditemui adalah gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung kronis.

Kondisi ini terjadi ketika otot di bagian bawah kerongkongan melemah, sehingga cairan asam dari lambung dengan mudah naik kembali ke atas. Ketika asam lambung mengiritasi saluran kerongkongan, tubuh bisa merespons dengan berbagai gejala yang mengganggu. Selain rasa terbakar di dada (heartburn), nyeri, rasa asam di mulut, dan kesulitan menelan, gejalanya memang bisa berkembang hingga memicu sesak napas.

Bagaimana asam lambung bisa membuat seseorang merasa sesak? Ketika cairan asam naik cukup tinggi, sebagian kecil dari uap atau tetesan asam tersebut dapat terhirup tanpa sengaja ke dalam saluran pernapasan. Hal ini dapat memicu penyempitan saluran napas secara refleks. Selain itu, iritasi pada saraf di area kerongkongan juga bisa mengirimkan sinyal ke otak yang membuat otot-otot pernapasan berkontraksi, sehingga timbul rasa sesak.

Mengenali keterkaitan ini sangat penting agar penanganan yang dilakukan bisa tepat sasaran. Mengatur pola makan, menghindari makanan pemicu, serta menjaga gaya hidup sehat menjadi langkah awal yang sangat efektif untuk meredakan gejala GERD sekaligus menjaga kenyamanan pernapasan Anda.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait