Mengenal Perbedaan Maag dan GERD: Mana yang Lebih Parah?

Banyak orang sering menganggap maag dan GERD adalah dua masalah pencernaan yang sama. Padahal, meski keduanya dipicu oleh masalah asam lambung, tingkat keparahan dan dampaknya pada tubuh memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Secara umum, GERD jauh lebih parah daripada maag biasa. Sakit maag atau gastritis biasanya hanya menimbulkan peradangan pada dinding lambung. Kondisi ini umumnya menyebabkan rasa tidak nyaman di perut bagian atas, mual, serta perut kembung setelah makan.

Sementara itu, GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) terjadi ketika katup di bagian bawah kerongkongan melemah. Akibatnya, asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Kenaikan asam lambung ini menyebabkan gejala khas yang lebih mengganggu, seperti sensasi dada terasa terbakar (heartburn), mulut terasa pahit atau asam, nyeri perut hebat, hingga rasa ganjal di tenggorokan.

Jika maag biasa cenderung mereda dengan pengaturan pola makan dan obat penawar asam lambung, GERD yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu komplikasi, seperti iritasi kronis pada kerongkongan. Oleh karena itu, menjaga gaya hidup sehat, menghindari makanan pedas atau berlemak, serta tidak langsung tidur setelah makan sangat penting untuk mencegah kedua gangguan ini makin memburuk.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait