Keistimewaan Hajar Aswad yang Tak Hanya Soal Sejarah
Bagi jutaan umat Islam, Hajar Aswad bukan sekadar batu. Ditempatkan di salah satu sudut Ka'bah di Masjidil Haram, batu ini menyimpan makna spiritual yang sangat dalam. Banyak yang penasaran, apakah Hajar Aswad harum? Jawabannya, tidak secara alami. Hajar Aswad sendiri berupa batu hitam kecil yang diperkirakan berasal dari meteorit, namun keharumannya bukan berasal dari dirinya sendiri.
Yang membuatnya terasa harum adalah perawatan rutin yang dilakukan oleh petugas khusus. Setiap hari, Ka'bah dan sekitarnya dibersihkan dengan air zamzam dan minyak wangi kualitas tinggi, termasuk campuran misik dan kasturi. Karena Hajar Aswad terletak di dasar dinding Ka'bah, batu ini sering terkena semprotan wewangian tersebut saat proses pembersihan. Maka dari itu, ketika jamaah menyentuh atau menciumnya, mereka merasakan aroma wangi yang menempel.
Batu ini dipercaya berasal dari surga, diberikan kepada Nabi Ibrahim saat membangun Ka'bah. Dalam tradisi Islam, mencium Hajar Aswad bukan karena kesucian benda itu sendiri, melainkan sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah dan sebagai simbol cinta serta kerinduan terhadap nilai-nilai yang diwariskan.
Meski bentuknya sederhana, Hajar Aswad menjadi pusat perhatian jutaan mata setiap hari, terutama saat haji dan umrah. Bagi yang berhasil mendekatinya, itu adalah momen yang penuh haruโbukan karena baunya, tapi karena makna yang terpatri di baliknya: iman, sejarah, dan kerinduan akan kembali ke fitrah.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.