Apakah Hipotiroidisme Bisa Sebabkan Kematian?

Ya, hipotiroidisme bisa menyebabkan kematian — tapi bukan secara langsung. Kondisi ini terjadi saat kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup hormon untuk tubuh. Pada awalnya, gejalanya mungkin terasa ringan: mudah lelah, berat badan naik, kulit kering, atau suasana hati yang mudah berubah. Tapi jika dibiarkan tanpa pengobatan, hipotiroidisme bisa berkembang menjadi masalah serius.

Komplikasi jangka panjang bisa menyerang berbagai sistem tubuh. Salah satu yang paling berbahaya adalah gangguan pada jantung. Kadar kolesterol yang meningkat dan perlambatan detak jantung bisa memicu penyakit kardiovaskular. Saraf juga bisa terganggu, menyebabkan nyeri atau mati rasa di tangan dan kaki — kondisi yang dikenal sebagai sindrom terowongan karpal.

Pada wanita, gangguan hormonal ini bisa mengganggu kesuburan dan membuat sulit hamil. Namun yang paling mengkhawatirkan adalah myxedema coma, suatu keadaan darurat medis yang sangat langka namun fatal. Ini terjadi saat tingkat hormon tiroid turun drastis, menyebabkan penurunan kesadaran, suhu tubuh sangat rendah, bahkan henti napas.

Untungnya, hipotiroidisme bisa dikendalikan dengan pengobatan sederhana — biasanya berupa hormon tiroid sintetis yang diminum setiap hari. Dengan diagnosis dini dan pengobatan rutin, penderita bisa hidup normal dan sehat. Kuncinya adalah kesadaran diri. Jika merasa sering lelah tanpa sebab, sering merasa dingin, atau mengalami perubahan berat badan yang tidak biasa, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Penyakit ini tidak harus berakhir tragis — asal tidak diabaikan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait