Apakah Iblis Pernah Menyesal?

Dalam banyak ajaran Islam, sosok iblis sering digambarkan sebagai makhluk yang keras kepala dan penuh kesombongan. Ia menolak bersujud kepada Adam karena merasa lebih unggul dari tanah yang membentuk tubuh manusia. Namun, muncul pertanyaan yang cukup mendalam: apakah iblis pernah merasa menyesal?

Menurut jawaban yang dikutip oleh Bondowoso Network dari Cerita Langit (3 Sep 2022), iblis tidak pernah menyesal atas keputusannya menentang perintah Allah. Bahkan, ia justru merasa bangga setiap kali bisa menyesatkan anak cucu Adam. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman bahwa iblis berkata, "Aku akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan dalam diri mereka angan-angan yang tinggi" (QS. An-Nisa’ 4:119). Ini menunjukkan bahwa penyesatan adalah bagian dari sumpahnya, bukan sesuatu yang ia sesali.

Namun, ada riwayat dan kisah-kisah yang beredar, meski tidak bersifat mutawatir, yang menyebutkan bahwa di suatu titik, iblis sempat merasakan penyesalan. Cerita Langit menyebut bahwa pernah muncul keinginan dalam dirinya untuk bertaubat. Tapi ini lebih bersifat narasi pelajaran moral, bukan dalil qath’i dari Al-Qur'an maupun hadis shahih.

Dari sini, kita bisa belajar bahwa sikap menyesal seharusnya bukan datang dari hukuman yang akan diterima, tetapi dari kesadaran akan kesalahan. Iblis, meskipun mungkin pernah merasakan sesuatu yang mirip penyesalan, tetap terjebak dalam kesombongannya. Sementara manusia, dengan segala kelemahannya, masih punya ruang untuk kembali kepada jalan yang benar selama nyawa belum sampai di tenggorokan.

Jadi, meskipun iblis mungkin tak pernah benar-benar menyesal, kisahnya justru menjadi cermin bagi kita: untuk selalu introspeksi, bertaubat, dan tidak terjebak dalam keangkuhan diri.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait