Indonesia Belum Pernah Impor Gas dari Rusia

Sejak 2018, Indonesia tidak pernah mengimpor minyak mentah maupun gas alam dari Rusia. Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan hal ini, menunjukkan bahwa ketergantungan energi RI terhadap negara Eropa Timur tersebut masih sangat rendah, bahkan hampir tidak ada.

Di tengah gejolak harga energi global akibat konflik geopolitik, pemerintah mulai mempertimbangkan berbagai opsi untuk menjaga pasokan energi nasional. Pada pertengahan 2022, sempat muncul wacana untuk membeli minyak mentah dari Rusia yang ditawarkan dengan harga lebih murah. Namun, wacana ini belum berujung pada realisasi pembelian nyata.

Indonesia, sebagai negara berkembang, terus berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi domestik dan keterbatasan anggaran. Mencari pasokan minyak dengan harga kompetitif memang menjadi pertimbangan penting, terutama saat harga minyak global melonjak. Namun, faktor logistik, sanksi internasional, dan reputasi perdagangan juga turut memengaruhi keputusan akhir.

Selama ini, Indonesia lebih banyak mengandalkan impor minyak dan gas dari tetangga dekat seperti Arab Saudi, Malaysia, dan Timur Tengah lainnya. Sebagian besar kebutuhan gas domestik juga dipenuhi dari produksi dalam negeri, meski di beberapa wilayah tertentu tetap ada ketergantungan pada impor—namun bukan dari Rusia.

Ke depan, pemerintah terus mengevaluasi kebijakan energi dengan mempertimbangkan stabilitas harga, keamanan pasokan, dan dampak diplomatik. Meski peluang impor dari Rusia masih terbuka, kebijakan tersebut tetap akan dijalankan dengan hati-hati agar tidak mengganggu posisi Indonesia di kancah internasional.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait