Apakah Istighfar Termasuk Dzikir? Ini Penjelasannya
Istighfar—kalimat "Astaghfirullah" yang sering kita ucapkan—memang terdengar begitu akrab di telinga setiap Muslim. Tapi tahukah kamu bahwa istighfar sebenarnya adalah bagian dari dzikir? Ya, seperti yang disebutkan dalam hadis dan ajaran Islam, dzikir adalah ungkapan cinta dan pengingatan kepada Allah SWT. Dan dalam keragaman bentuk dzikir, istighfar menempati tempat yang sangat istimewa.
Istighfar bukan sekadar meminta ampunan atas kesalahan yang telah dilakukan. Lebih dari itu, ini adalah bentuk kerendahan hati seorang hamba yang menyadari betapa seringnya ia khilaf. Dalam kehidupan sehari-hari, kita rentan terjatuh dalam dosa kecil maupun besar, sadar atau tidak. Maka dari itu, mengucapkan “Astaghfirullah” menjadi kebiasaan yang ringan di lisan, namun sangat berat ganjarnya di hari akhir.
Rasulullah SAW sendiri diketahui sering beristighfar, meskipun beliau dijamin masuk surga. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, beliau bersabda, “Demi Allah, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” Ini menunjukkan betapa pentingnya istighfar, bukan hanya bagi mereka yang merasa banyak dosa, tetapi juga bagi yang ingin terus menjaga hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
Keutamaan istighfar pun sangat banyak. Dari segi spiritual, hati menjadi tenang dan lebih bersih. Dari sisi dunia, rezeki bisa dilancarkan, kesulitan diringankan, dan hati dipenuhi cahaya. Yang paling utama, Allah berjanji akan memberi jalan keluar atas setiap kesempitan bagi orang yang senantiasa memohon ampunan.
Jadi, jangan sepelekan kalimat singkat ini. Selipkan istighfar di antara aktivitas harianmu. Karena sesungguhnya, ini adalah dzikir yang sederhana, namun luar biasa manfaatnya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.