Waspada Kelebihan Testosteron: Bisa Sebabkan Serangan Jantung dan Stroke
Ketika membicarakan hormon testosteron, banyak orang langsung berpikir tentang tenaga, massa otot, dan dorongan seksual. Namun, seperti banyak hal dalam tubuh, keseimbangan adalah kunci. Kelebihan testosteron, terutama pada pria lanjut usia, justru bisa membawa risiko kesehatan yang serius.
Kelebihan testosteron dapat meningkatkan produksi sel darah merah dan kadar hemoglobin secara berlebihan. Kondisi ini dikenal sebagai polisitemia relatif—darah menjadi lebih kental dari biasanya. Saat darah mengental, aliran darah ke berbagai organ tubuh, termasuk jantung dan otak, bisa terganggu.Hal inilah yang membuat pria yang lebih tua dengan kadar testosteron tinggi—baik karena terapi hormon maupun kondisi alami—lebih rentan terhadap serangan jantung dan stroke. Darah yang kental lebih sulit mengalir, meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dan risiko terbentuknya gumpalan darah. Studi menunjukkan bahwa pria yang menjalani terapi penggantian testosteron tanpa indikasi medis yang jelas justru berada dalam kelompok berisiko lebih tinggi untuk masalah kardiovaskular.
Meskipun testosteron penting untuk menjaga energi, massa otot, dan kesehatan seksual, tubuh tidak selalu butuh lebih banyak. Malah, tambahan hormon, terutama bila tidak diawasi dokter, bisa jadi bumerang. Pria yang mulai merasa lemah atau lelah seiring usia sebaiknya tidak langsung menyalahkan rendahnya testosteron, apalagi langsung mencari suntikan atau suplemen tanpa konsultasi medis.
Pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter tetap jadi langkah terbaik sebelum memutuskan terapi hormon. Kesehatan bukan soal mengejar performa semata, tapi menjaga keseimbangan alami tubuh.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.