Peran Guru Tetap Tak Tergantikan di Era Teknologi
Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan semakin pesat, mulai dari aplikasi belajar hingga kelas daring yang bisa diakses dari mana saja. Namun, meski segalanya kini terasa lebih mudah, pertanyaan muncul: apakah teknologi bisa menggantikan peran guru?
Jawabannya, menurut Muhammad Nabil Sari, Co-founder LatihID, adalah tidak. Dalam siaran persnya pada 17 Oktober 2021, ia menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat bantu, bukan pengganti manusia. “Teknologi bisa digunakan untuk membantu proses belajar, tetapi tidak bisa menggantikan peran guru,” ujarnya.
Memang, teknologi memudahkan akses informasi dan mempercepat proses pembelajaran. Siswa bisa menonton video materi, mengerjakan kuis secara online, bahkan mendapat umpan balik instan. Namun, yang tidak bisa digantikan adalah kehadiran seorang guru—sosok yang memberi motivasi, memahami kondisi emosional siswa, serta menginspirasi dengan kepedulian dan kebijaksanaan.
Seorang guru tidak hanya mengajar, tapi juga membimbing. Ia bisa melihat kapan siswa sedang kesulitan, kapan mereka butuh dorongan, atau kapan perlu pendekatan yang berbeda. Hal-hal seperti ini tidak bisa direplikasi oleh algoritma atau sistem otomatis.
Di tengah laju digitalisasi, peran guru justru semakin penting. Teknologi memang membawa perubahan besar, tapi empati, kreativitas, dan kehadiran manusia tetap tak tergantikan. Guru bukan hanya sumber ilmu, tapi juga panutan—dan itu tidak bisa diunduh dari internet.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.