Apakah Keputihan Bisa Menular ke Pasangan?

Keputihan adalah hal yang sering dialami wanita, namun tidak semua keputihan berbahaya. Ada keputihan fisiologis yang normal, tapi juga ada keputihan patologis akibat infeksi—seperti infeksi jamur, bakteri, atau parasit. Nah, yang perlu diwaspadai, keputihan akibat infeksi memang bisa menular ke pasangan melalui hubungan seksual.

Terutama jika keputihan disebabkan oleh jamur Candida, infeksi ini bisa menyebar ke pasangan pria meskipun gejalanya mungkin tidak sejelas pada wanita. Pria bisa mengalami iritasi, kemerahan, atau gatal di area alat kelamin tanpa disadari sebagai akibat dari penularan ini.

Karena itu, saat kamu sedang mengalami keputihan yang disertai gatal, bau tidak sedap, atau perubahan warna (seperti kekuningan atau kehijauan), sebaiknya tunda dulu hubungan intim dengan pasangan. Ini bukan hanya untuk melindungi si dia, tapi juga agar pengobatanmu bisa berjalan lebih efektif tanpa risiko infeksi berulang.

Lebih aman jika kamu dan pasangan sama-sama memeriksakan diri ke dokter, terutama jika gejala muncul berulang kali. Kadang, pasangan yang tidak bergejala tetap bisa menjadi "pembawa" kuman tanpa menyadarinya.

Ingat, membicarakan masalah kesehatan reproduksi dengan pasangan bukan hal yang memalukan. Justru, itu bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kesehatan hubungan. Dengan perawatan yang tepat dan komunikasi terbuka, keputihan akibat infeksi bisa sembuh total tanpa berulang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait