Bolehkah Kita Tidur Bersama Kucing?
Kebanyakan pemilik kucing pasti pernah merasakan hangatnya bulu halus di dekat tubuh saat malam hari. Banyak yang merasa nyaman tidur bersama kucing peliharaan, tapi sebenarnya, apakah ini baik untuk kualitas tidur?
Dr. Weinberg, seorang ahli kesehatan hewan, menjelaskan bahwa kucing adalah hewan nokturnal. Artinya, mereka lebih aktif di malam hari. “Kelemahannya adalah kucing merupakan hewan nokturnal,” katanya. Ini bisa menjadi masalah bagi manusia yang butuh tidur nyenyak.
Bayangkan sedang pulas-pulasnya tidur, tiba-tiba kucing mulai berlari di sekitar kamar, melompati tubuh, atau bermain-main dengan mainannya sendiri. Bisa jadi, kamu terbangun berkali-kali di tengah malam hanya karena si kucing sedang dalam mode ‘petualangan’. “Seseorang mungkin merasa terganggu saat larut malam atau terbangun di dini hari,” tambah Dr. Weinberg.
Tidur bersama kucing memang terasa menggemaskan dan memberi rasa aman bagi sebagian orang. Namun, jika kamu termasuk yang mudah terganggu oleh gerakan atau suara kecil, kebiasaan ini justru bisa mengganggu pola tidurmu. Kurang tidur berkualitas bisa berdampak pada mood, konsentrasi, bahkan kesehatan jangka panjang.
Jadi, meskipun manis dan menggemaskan, pertimbangkan kembali apakah kucingmu sebaiknya tidur di tempat tidur atau di tempat tidurnya sendiri. Kadang, memberi mereka kasur kecil di samping tempat tidur bisa jadi solusi yang baik untuk kedua belah pihak—kamu tetap dekat, tapi tetap bisa tidur nyenyak.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.