Apakah Kucing Dihisab seperti Manusia di Hari Akhirat?

Kucing, salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang sering kali menggemaskan dan menjadi teman setia di rumah, tentu menarik untuk dibahas dari sisi keagamaan. Banyak yang bertanya, apakah kucing juga akan dihisab atau dimintai pertanggungjawaban seperti manusia di akhirat kelak?

Jawabannya, tidak. Dalam ajaran Islam, hanya makhluk yang diberi akal, nafsu, dan tanggung jawab secara syariat—yaitu manusia dan jin—yang akan dihisab di hari kiamat. Kucing, sebagai hewan, tidak diberi beban ibadah dan tidak dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya seperti manusia. Mereka hidup sesuai fitrah yang telah ditentukan oleh Allah.

“Tidak ada kewajiban ibadah atau hisab bagi hewan,” begitu penjelasan yang selaras dengan pemahaman ulama. Bahkan Rasulullah SAW pernah menunjukkan kasih sayang yang luar biasa kepada kucing. Diriwayatkan, beliau pernah memotong bajunya agar tidak mengganggu kucing yang sedang tidur di atasnya. Ini menunjukkan betapa mulianya perlakuan Islam terhadap hewan, termasuk kucing.

Meski tidak dihisab, keberadaan kucing tetap punya nilai di sisi agama. Memelihara dan menyayangi mereka bisa menjadi amal baik bagi pemiliknya, selama tidak melanggar aturan syariat. Bahkan, ada hadis yang menyebutkan bahwa seorang perempuan mendapat pahala karena memberi minum pada seekor kucing.

Jadi, meskipun kucing tidak akan dihisab di akhirat, perlakuan kita terhadap mereka tetap dicatat sebagai amal. Maka, sayangi mereka bukan hanya karena lucu, tapi karena di dalamnya ada kesempatan untuk meraih ridha Ilahi.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait