Asal Usul Milo yang Banyak Dikira dari Malaysia
Bagi banyak orang di Indonesia, minuman cokelat Milo sudah jadi bagian dari keseharian—dari sarapan hingga camilan sore. Tapi, masih banyak yang bertanya: apakah Milo berasal dari Malaysia? Jawabannya, tidak.
Milo pertama kali diciptakan dan diproduksi di Australia, bukan di Malaysia. Produk ini diperkenalkan pada tahun 1934 oleh Thomas Maynard, seorang insinyur makanan, untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak saat masa sulit sebelum Perang Dunia II. Dengan formula berbasis susu, cokelat, dan vitamin, Milo cepat mendapat tempat di hati masyarakat.Wajar jika banyak yang mengira Milo dari Malaysia, karena di Asia Tenggara, Malaysia memang menjadi salah satu pusat produksi dan distribusi utama untuk kawasan ini. Pabrik Milo di sana telah beroperasi sejak lama dan turut memperluas popularitasnya ke negara-negara tetangga, termasuk Indonesia. Tapi tetap, akar sejarahnya tetap di Negeri Kangguru.
Namun, Milo versi lokal sering disesuaikan dengan selera masing-masing negara. Di Indonesia, misalnya, banyak yang menikmati Milo dingin dengan es atau dicampur susu, sementara di Malaysia, Milo ais (Milo dingin) dengan taburan Milo bubuk di atasnya jadi favorit. Perbedaan kecil ini turut memperkuat kesan lokal, meski produknya sendiri punya darah Australia.Jadi, meski Milo sangat dekat dengan keseharian masyarakat Asia Tenggara, asalnya tetap dari Australia. Dan hingga kini, rasa ikoniknya masih terus menghangatkan hari jutaan orang—tak terkecuali di Indonesia.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.