Apakah Miom Terasa Sakit? Kenali Gejala dan Penyebab Utamanya

Bagi banyak wanita, pertanyaan mengenai apakah miom terasa sakit sering kali menjadi kekhawatiran tersendiri. Secara umum, miom rahim—yang merupakan tumor jinak non-kanker pada otot rahim—bisa tumbuh tanpa disadari karena sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, apakah miom terasa sakit? Jawabannya adalah ya, miom bisa menimbulkan rasa sakit yang cukup signifikan seiring dengan perkembangannya.

Rasa sakit ini utamanya dipicu oleh ukuran miom yang terus membesar. Ketika miom di dalam rahim terus tumbuh dan berkembang, ukurannya yang kian membesar akan memberikan tekanan kuat pada organ-organ yang ada di sekitarnya, seperti kandung kemih atau usus. Tekanan fisik inilah yang kemudian memicu rasa nyeri, sensasi begah, atau perasaan penuh di area perut bagian bawah.

Selain karena faktor tekanan, rasa sakit akibat miom juga bisa bervariasi tergantung pada lokasi tumbuhnya. Penderita sering kali mengeluhkan nyeri panggul yang bersifat kronis, kram perut yang luar biasa saat menstruasi (dismenore), hingga rasa sakit yang menusuk saat melakukan hubungan seksual. Bahkan, jika miom menyumbat aliran darah di sekitarnya, kondisi ini dapat menyebabkan jaringan miom kekurangan oksigen dan memicu nyeri akut yang datang secara tiba-tiba.

Jika Anda sering mengalami nyeri panggul yang tidak biasa, menstruasi dengan volume darah yang berlebihan, atau sering buang air kecil akibat tekanan pada kandung kemih, sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis. Melalui deteksi dini seperti pemeriksaan USG, dokter dapat menentukan penanganan yang tepat sebelum miom berkembang lebih jauh dan mengganggu kualitas hidup Anda sehari-hari.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait