Apakah Orang Autis Punya Perasaan? Ini Penjelasannya
Ya, orang autis memiliki perasaan dan mampu merasakan emosi seperti halnya orang pada umumnya—bahagia, sedih, marah, atau takut. Yang membedakan bukan soal kemampuan merasakan, melainkan cara mereka mengekspresikannya. Banyak anak atau orang dengan autisme justru sangat peka terhadap emosi, bahkan terkadang lebih daripada orang lain.
Misalnya, saat merasa kewalahan oleh suara bising atau situasi ramai, mereka mungkin menangis atau menutup telinga. Reaksi ini bukan berarti mereka tidak bisa mengendalikan perasaan, melainkan cara tubuh dan pikiran mereka merespons dunia yang terasa terlalu intens. Ekspresi emosi mereka bisa terlihat berbeda—kadang datar, kadang tiba-tiba meledak—tetapi itu tidak berarti perasaan mereka tidak ada atau tidak dalam.
Selain itu, anak autis sering mengalami kesulitan memahami komunikasi tidak langsung, seperti sarkasme, ekspresi wajah, atau bahasa tubuh. Mereka cenderung mengambil segala sesuatu secara harfiah. Karena itu, mereka mungkin tampak "tidak peka" padahal sebenarnya mereka hanya butuh cara komunikasi yang lebih jelas dan langsung.
Penting bagi kita untuk tidak menganggap bahwa karena seseorang tidak menunjukkan emosi seperti kebanyakan orang, maka mereka tidak merasakan apa-apa. Justru, dengan memahami cara mereka berekspresi, kita bisa lebih empatik dan membantu mereka merasa diterima.
Intinya: orang autis punya perasaan yang dalam—hanya saja, mereka menyampaikannya dengan caranya sendiri.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.