Apakah Orang Bermata Minus Bisa Jadi Pilot?

Bagi banyak orang yang bermimpi menjadi pilot, pertanyaan soal kesehatan mata selalu jadi perhatian utama. Salah satu yang paling sering ditanyakan: apakah orang bermata minus bisa menjadi pilot? Jawabannya, bisa—dengan syarat tertentu.

Faktanya, dunia penerbangan memang punya standar kesehatan yang ketat, terutama untuk penglihatan. Namun, bukan berarti mata minus langsung menghentikan impian seseorang jadi pilot. Menurut aturan yang berlaku, kadar minus masih diperbolehkan asalkan tidak melebihi -3.0. Artinya, jika tingkat minus mata Anda berada di angka 3 atau lebih ringan, Anda masih berpeluang lolos dalam pemeriksaan kesehatan awal.

Selain minus, gangguan penglihatan lain seperti silinder juga dipertimbangkan. Namun, ada batasannya. Silinder maksimal yang diperbolehkan adalah 1.0. Jika melebihi angka tersebut, bisa jadi menjadi kendala dalam proses seleksi. Penting juga untuk diketahui bahwa penglihatan harus bisa dikoreksi hingga mencapai 6/6 (20/20), artinya setelah memakai kacamata atau lensa kontak, penglihatan harus normal.

Beberapa sekolah penerbangan dan maskapai di Indonesia, seperti Garuda atau Citilink, mengikuti standar dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, yang cukup fleksibel selama kriteria medis terpenuhi. Jadi, jika kamu punya minus tapi masih dalam batas wajar, jangan menyerah dulu.

Meski begitu, kesehatan mata bukan satu-satunya faktor. Kondisi jantung, tekanan darah, hingga kesehatan mental juga diperiksa secara menyeluruh. Tapi setidaknya, punya mata minus bukan akhir dari mimpi terbangmu.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait