Anggur dalam Tradisi Yahudi: Simbol Kemuliaan dan Hari Suci
Apakah orang Yahudi minum anggur? Jawabannya, ya—anggur memang memegang peran penting dalam tradisi Yahudi, terutama dalam konteks ibadah dan perayaan hari suci. Dalam banyak ritual keagamaan, anggur bukan sekadar minuman, melainkan simbol penghormatan dan kekudusan.
Saat hari Sabat atau Sabbath—hari istirahat suci yang dirayakan setiap Sabtu—banyak keluarga Yahudi memulai malamnya dengan ritual khusus. Salah satunya adalah Kiddush, doa yang dibacakan sambil meminum anggur. Menurut Yobbi, seorang yang akrab dengan tradisi ini, anggur dipilih karena dianggap sebagai minuman para raja. “Untuk hari yang istimewa, agar seperti para raja, maka anggur adalah minuman yang tepat,” katanya sambil tersenyum.
Anggur dalam konteks ini bukan soal kenikmatan semata, tapi lebih pada makna spiritual. Dalam ajaran Yahudi, makanan dan minuman yang digunakan dalam ibadah harus memenuhi aturan halal versi Yahudi, yang dikenal sebagai kosher. Anggur yang digunakan dalam ritual pun harus diproduksi sesuai standar tersebut.
Selain pada Sabbath, anggur juga hadir dalam perayaan besar seperti Paskah Yahudi (Passover), di mana jemaat minum empat cangkir anggur sebagai bagian dari Seder malam pertama. Setiap teguk mewakili aspek pembebasan dan syukur atas kebebasan dari perbudakan di Mesir.
Jadi, meski tidak semua orang Yahudi minum anggur dalam kehidupan sehari-hari, dalam konteks keagamaan, anggur tetap menjadi elemen penting yang menghubungkan umat dengan nilai-nilai warisan mereka—dengan rasa hormat, kegembiraan, dan kesyukuran.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.