Apakah Orang yang Sudah Meninggal Merasa Senang Saat Diziarahi?

Sejak dulu, kebiasaan ziarah kubur menjadi bagian dari tradisi yang dijalani banyak keluarga, terutama saat hari raya atau momentum penting. Pertanyaan yang sering muncul: apakah orang yang telah tiada benar-benar merasakan kehadiran kita di makam mereka?

Menurut Ibnu Hajar al-Haitami, sebagaimana dirujuk dalam berbagai sumber keislaman, ada riwayat yang menyebut bahwa “sesenang-senangnya mayat di alam kubur adalah ketika diziarahi oleh orang yang dicintainya semasa di dunia.” Ini menjadi gambaran bahwa hubungan batin antara yang hidup dan yang telah pergi bukanlah sesuatu yang putus begitu saja. Ziarah bukan hanya bentuk kenangan, tapi juga ungkapan cinta yang masih hidup.

Di tengah kesedihan, ziarah kubur justru bisa menjadi sarana pelepas rindu. Kita datang, berdoa, membaca Al-Qur’an, atau sekadar duduk di samping nisan, mengenang kebaikan mereka. Dalam perspektif Islam, amalan seperti doa, sedekah, dan bacaan Al-Qur’an yang dihadiahkan pada almarhum diyakini bisa sampai dan memberi manfaat di alam akhirat.

Di Jakarta dan berbagai daerah lainnya, banyak keluarga rutin mendatangi makam setiap bulan atau saat momen tertentu. Ini bukan sekadar tradisi, tapi wujud kasih sayang yang tak lekang oleh waktu. Seperti dilansir Bisnis.com pada 27 Maret 2022, masih banyak kebaikan yang bisa kita lakukan untuk orang yang telah tiada—dan ziarah adalah salah satunya.

Jadi, meski mereka tak lagi hadir secara fisik, kehadiran kita di sisi mereka ternyata bisa membawa ketenangan, terutama jika ziarah dilakukan dengan niat tulus dan penuh cinta.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait