Apakah Pembesaran Kelenjar Getah Bening Harus Dioperasi?

Kelenjar getah bening yang membesar sering kali membuat cemas, tapi tidak semua kasus memerlukan operasi. Pembesaran ini bisa terjadi karena berbagai alasan, mulai dari infeksi ringan seperti radang tenggorokan hingga kondisi yang lebih serius seperti gangguan sistem imun atau kanker.

Jika pembesaran disebabkan oleh infeksi biasa, biasanya akan pulih dengan sendirinya atau setelah infeksi diobati. Namun, jika kelenjar tetap membesar dalam waktu lama, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.

Kapan operasi diperlukan? Operasi biasanya dipertimbangkan bila ada kecurigaan kanker pada kelenjar getah bening itu sendiri—seperti pada limfoma—atau jika pembesarannya sangat mengganggu. Misalnya, ketika benjolan menekan saraf, saluran pernapasan, atau struktur penting lainnya di sekitarnya, sehingga mengganggu gerak atau fungsi tubuh.

Selain itu, dokter mungkin melakukan biopsi—kadang melalui prosedur operasi kecil—untuk mengambil sampel jaringan dan memastikan diagnosis. Ini penting karena penanganan kanker kelenjar getah bening sangat berbeda dengan pembesaran akibat infeksi atau peradangan.

Yang perlu diingat, tidak semua benjolan di leher atau ketiak berarti kanker. Tapi jika benjolan tidak hilang dalam beberapa minggu, semakin membesar, atau disertai gejala seperti demam tanpa sebab, berkeringat di malam hari, atau penurunan berat badan, segera periksakan ke dokter.

Intinya: Operasi tidak selalu diperlukan, tapi menjadi pilihan jika ada indikasi medis kuat. Deteksi dini dan konsultasi tepat dengan dokter spesialis tetap menjadi kunci utama.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait