Apakah Kanker Kelenjar Getah Bening Bisa Kambuh?
Kanker kelenjar getah bening, atau yang juga dikenal sebagai limfoma, memang bisa kambuh meskipun pasien sudah menjalani pengobatan dan dinyatakan dalam masa remisi. Kekambuhan terjadi ketika sel-sel kanker yang sebelumnya tidak terdeteksi mulai tumbuh kembali dan menumpuk di kelenjar getah bening atau jaringan lain.
Dr. Yurike Primaningtyas, onkolog dari RS Kanker Dharmais, menjelaskan bahwa limfoma dengan stadium awal atau rendah memiliki risiko kekambuhan yang cukup tinggi. "Meski pasien merasa sehat dan hasil pemeriksaan awal menunjukkan perbaikan, sel kanker bisa 'bersembunyi' dan aktif kembali suatu saat nanti," ujarnya.
Penyebab pasti kekambuhan belum sepenuhnya dipahami, namun faktor seperti sistem kekebalan tubuh yang lemah, riwayat penyakit sebelumnya, dan tipe limfoma sangat memengaruhi kemungkinan kembalinya sel kanker. Limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin memiliki pola kekambuhan yang berbeda, tergantung pada agresivitas dan penyebaran sel.
Untuk mencegah kekambuhan, pasien biasanya menjalani pemantauan rutin setelah terapi selesai. Pemeriksaan darah, CT scan, atau biopsi ulang bisa dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda awal kekambuhan. Pola hidup sehat, diet seimbang, dan menghindari stres juga turut membantu menjaga daya tahan tubuh.
Meski kekambuhan bisa terjadi, bukan berarti harapan hilang. Banyak pasien yang mengalami kekambuhan tetap bisa menjalani terapi lanjutan dan hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang baik. Kunci utamanya adalah deteksi dini dan konsistensi dalam kontrol kesehatan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.