Perkataan Terakhir Yesus di Kayu Salib

"Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Inilah kata-kata terakhir yang diucapkan Yesus saat Ia berada di kayu salib. Kalimat ini bukan sekadar ekspresi rasa sakit atau keputusasaan, melainkan ungkapan iman yang dalam dan penyerahan total kepada Bapa di surga.

Kalimat ini diambil dari Kitab Mazmur 31:5, menunjukkan betapa Yesus, meski dalam penderitaan yang luar biasa, tetap percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Bagi banyak orang percaya, kata-kata ini menjadi puncak dari tujuh ucapan yang Yesus ucapkan selama di salib—semuanya penuh makna, pengampunan, kasih, dan penyelesaian misi ilahi.

Ucapan terakhir ini menandai bahwa pekerjaan-Nya di dunia telah selesai. Dari memanggil orang untuk bertobat, menyembuhkan yang sakit, hingga mengajarkan kasih dan kerendahan hati, Yesus telah menggenapi janji-Nya. Dengan menyerahkan nyawa-Nya, Ia membuka jalan bagi setiap orang untuk mengalami pemulihan dan kehidupan yang kekal.

Bagi umat Kristen, momen ini bukan hanya akhir dari penderitaan, tetapi juga awal dari harapan. Kematian Yesus di kayu salib bukan kekalahan, melainkan kemenangan yang nyata—kemenangan atas dosa dan kematian. Dan melalui kalimat sederhana namun dalam ini, kita diingatkan bahwa dalam setiap saat tergelap, kepercayaan kepada Tuhan bisa menjadi terang.

Hari ini, banyak yang masih menemukan kekuatan dalam kata-kata yang sama ketika menghadapi pergumulan: menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, percaya bahwa Ia tetap setia.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait