Bolehkah Pilot Tidur Saat Terbang?

Ya, pilot boleh tidur saat berada di kokpit—tapi tentu saja tidak sembarangan. Praktik ini dikenal sebagai "controlled rest" atau istirahat terkendali, dan sudah menjadi bagian dari prosedur keselamatan dalam penerbangan jarak jauh. Namun, ada aturan ketat yang harus dipatuhi agar keselamatan penumpang tetap terjaga.

Dilansir dari Flight Deck Friend, istirahat singkat bagi pilot memang diperbolehkan, terutama pada penerbangan panjang yang bisa berlangsung lebih dari delapan jam. Tujuannya jelas: mencegah kelelahan yang bisa mengganggu konsentrasi dan kemampuan mengambil keputusan saat mengemudikan pesawat.

Aturannya pun sangat ketat. Hanya satu pilot yang boleh tidur dalam satu waktu, sementara rekan kerjanya tetap harus terjaga dan mengawasi penerbangan. Durasi tidur juga dibatasi—biasanya antara 20 hingga 40 menit—dan harus diikuti dengan waktu pemulihan sebelum kembali bertugas. Selain itu, tidur hanya diizinkan pada fase penerbangan yang stabil, seperti saat pesawat berada di ketinggian jelajah, bukan saat lepas landas atau mendarat.

Bahkan pada penerbangan jarak pendek, meski jarang, istirahat bisa dilakukan jika kondisinya memungkinkan dan sesuai kebijakan maskapai. Namun, hal ini lebih sebagai antisipasi jika awak mengalami kelelahan mendadak.

Jadi, meskipun terdengar mengejutkan, tidur bagi pilot adalah bagian dari manajemen fisiologis yang serius. Maskapai penerbangan besar selalu menerapkan protokol ini dengan sangat hati-hati, karena keselamatan selalu jadi prioritas utama di udara.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait