Apakah Roda Pesawat Bermesin?
Anda mungkin pernah bertanya-tanya, saat melihat pesawat bergerak perlahan di landas pacu sebelum lepas landas—apakah roda pesawat punya mesin seperti mobil? Jawabannya menarik: sebagian besar pesawat komersial tidak memiliki mesin pada rodanya. Gerakan pesawat saat "taxiing" atau berjalan dari terminal menuju landasan sebenarnya dihasilkan dari tenaga mesin utama yang mendorong pesawat ke depan.
Namun, ada inovasi yang mulai diterapkan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar saat proses taxi. Namanya EGTS atau Electric Green Taxiing System. Ini adalah sistem penggerak listrik khusus yang dipasang pada roda pesawat, terutama roda belakang. Tenaga listrik ini berasal dari APU (Auxiliary Power Unit), yaitu mesin kecil di bagian ekor pesawat yang biasanya menyuplai listrik saat pesawat berada di darat.
Dengan EGTS, pesawat bisa bergerak tanpa harus menyalakan mesin utamanya terlalu lama saat menuju landasan. Ini tidak hanya menghemat bahan bakar, tetapi juga mengurangi emisi dan kebisingan di sekitar bandara. Sayangnya, sistem ini belum diterapkan secara luas karena biaya pemasangan dan kompleksitas perawatan. Tapi beberapa maskapai dan produsen pesawat terus menguji teknologi ini sebagai bagian dari upaya membuat penerbangan lebih ramah lingkungan.
Jadi, meskipun sebagian besar roda pesawat saat ini masih pasif—tidak bermesin—masa depan penerbangan mungkin akan melihat lebih banyak pesawat yang bisa "berjalan sendiri" dengan tenaga listrik dari APU. Satu langkah kecil untuk efisiensi, tapi dampaknya besar bagi lingkungan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.