Apakah Saham Bisa Rugi 100%? Ini Penjelasannya

Ketika berinvestasi di saham, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah saham bisa rugi 100%? Jawabannya, ya, bisa—meskipun kejadian ini sangat langka.

Kerugian 100% terjadi jika perusahaan yang sahamnya kita beli ternyata bangkrut total dan dinyatakan delisting dari bursa saham. Delisting artinya saham perusahaan tersebut tidak lagi diperdagangkan secara publik. Jika perusahaan sudah tidak memiliki aset sama sekali dan tidak mampu memenuhi kewajibannya, nilai saham bisa benar-benar jatuh ke nol.

Meskipun terdengar menakutkan, kondisi seperti ini sangat jarang terjadi, terutama pada perusahaan besar dan tercatat di bursa saham utama seperti BEI. Namun, risiko ini lebih tinggi terjadi pada saham-saham perusahaan kecil atau yang fundamentalnya lemah.

Sebagai investor, penting untuk selalu melakukan riset sebelum membeli saham. Perhatikan kesehatan keuangan perusahaan, laporan keuangan, dan prospek industri. Diversifikasi portofolio juga bisa membantu meminimalkan risiko jika satu saham ternyata mengalami masalah.

Selain itu, perlu diingat bahwa pasar saham memang punya volatilitas. Harga bisa naik turun setiap hari, tetapi nilai saham tidak langsung hilang begitu saja kecuali perusahaan benar-benar gulung tikar. Dengan strategi yang tepat dan manajemen risiko yang baik, investor bisa tetap aman meskipun pasar sedang tidak bersahabat.

Jadi, meskipun secara teori saham bisa rugi 100%, kenyataannya hal itu sangat jarang terjadi—terutama jika Anda memilih perusahaan yang solid dan menjaga portofolio dengan bijak.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait