Apakah Kita Ditanya Sebelum Dilahirkan?
Bayangkan sejenak: sebelum kita lahir ke dunia, ternyata ada sebuah proses yang sangat penuh makna. Menurut sebuah keyakinan yang berkembang dalam tradisi Islam, sebelum ruh dimasukkan ke dalam janin, malaikat diperintahkan untuk mendatangi kita dan mengajukan pertanyaan penting.
"Apakah kamu yakin ingin lahir ke dunia?" begitu bunyi pertanyaan yang konon diajukan sebanyak 77 kali. Dalam bayangan banyak orang, ini bukan sekadar tanya biasa, melainkan undangan untuk menyadari betapa berat dan penuh ujian kehidupan di dunia ini.
Saat ditanya, kita kabarnya diperlihatkan gambaran kehidupan yang akan kita jalani kelak—kesedihan, kebahagiaan, cobaan, rezeki, hingga ajal. Meski hanya dalam bentuk ilustrasi spiritual, gambaran itu diyakini sebagai bentuk peringatan dan persiapan sebelum jiwa menyentuh dunia.
Menariknya, meskipun tahu akan menghadapi penderitaan, kita tetap menjawab “Na’am” — “Ya.” Jawaban ini sering ditafsirkan sebagai bentuk kerelaan, sekaligus bukti kepercayaan terhadap rencana Tuhan. Kita memilih datang, meski tahu hidup tak akan mudah.
Cerita ini mungkin tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, tetapi banyak ulama merujuk pada Surah Al-A’raf ayat 172 yang menyebut tentang pengambilan janji dari seluruh keturunan Adam. Dalam tafsir simbolik, momen itu bisa dipahami sebagai pertemuan ruh dengan alam ghaib sebelum kelahiran.
Bagi banyak orang, kisah ini mengajarkan kerendahan hati. Bahwa kita bukan sekadar hadir tanpa sadar. Kita memilih datang. Dan dengan pilihan itu, datang pula tanggung jawab untuk menjalani hidup dengan kesadaran dan harapan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.