Bolehkah Makan Serbuk Emas? Ini Faktanya
Ya, serbuk emas bisa dimakan — tapi tidak memberi manfaat apa pun bagi tubuh. Secara teknis, emas dalam bentuk daun tipis, serbuk, atau bubuk yang digunakan sebagai hiasan makanan dikenal aman dikonsumsi. Ini karena emas adalah logam mulia yang tidak larut dalam asam lambung dan biasanya dikeluarkan dari tubuh tanpa diserap.
Anda mungkin pernah melihat hidangan mewah seperti es krim, cokelat, atau martini yang dilapisi daun emas tipis. Tren ini bukan soal rasa atau gizi, melainkan soal tampilan. Serbuk emas tidak memiliki rasa, bau, maupun kandungan nutrisi. Ia hanya hadir untuk memberi kesan mewah dan eksklusif.
Di dunia kuliner, emas 24 karat dalam bentuk makanan (dikenal sebagai edible gold) diizinkan digunakan di banyak negara, termasuk Indonesia, selama kemurniannya tinggi dan pemakaiannya sesuai aturan. Namun, jangan tertipu — menaburkan emas di atas kue tidak membuatnya lebih sehat atau bergizi.
Banyak restoran atau produsen makanan kelas atas menggunakan trik ini untuk menarik perhatian dan menaikkan harga. Bayangkan secangkir kopi seharga ratusan ribu hanya karena ada kilau emas di atasnya. Kilau memang memikat, tapi tidak memuaskan lapar.
Jadi, meski aman dikonsumsi, makan serbuk emas lebih merupakan gaya hidup daripada kebutuhan. Jika Anda ingin mencoba, pastikan produk yang digunakan memang diperuntukkan sebagai bahan makanan. Tapi ingat: yang Anda bayar bukanlah nutrisi, melainkan kemilau yang cepat menghilang di lidah.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.