Apakah Stres Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?

Banyak orang sering kali merasakan sakit kepala setelah melewati hari yang panjang dan penuh tekanan. Jawabannya adalah ya, stres merupakan salah satu pemicu paling umum dari sakit kepala, terutama jenis sakit kepala tegang (tension headache) dan migrain.

Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan bereaksi dengan menegangkan otot-otot di area leher, bahu, dan rahang. Ketegangan otot yang berlangsung terus-menerus inilah yang akhirnya menjalar dan memicu rasa nyeri di kepala. Sakit kepala tegang biasanya ditandai dengan rasa sakit dalam intensitas ringan hingga sedang. Sensasinya sering digambarkan seperti ada tali yang mengikat kuat di sekeliling kepala, dengan pusat nyeri yang biasanya terjadi di bagian depan, atas, atau sisi kepala.

Selain sakit kepala tegang, stres yang tidak dikelola dengan baik juga dapat memicu serangan migrain yang lebih menyakitkan dan berdenyut. Kurang tidur, terlalu banyak kafein karena begadang, dan telat makan saat stres melanda akan memperburuk kondisi ini.

Untuk meredakannya, langkah terbaik bukan hanya sekadar minum obat pereda nyeri, tetapi juga mengatasi akar masalahnya. Cobalah untuk melakukan teknik relaksasi sederhana seperti menarik napas dalam-dalam, melakukan peregangan ringan, atau beristirahat sejenak dari layar gawai. Menjaga pola makan yang teratur dan tidur yang cukup juga sangat efektif untuk mencegah sakit kepala akibat stres datang kembali.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait