Mitos atau Fakta: Apakah Sunat Bisa Membuat Anak Bertambah Tinggi?

Di tengah masyarakat Indonesia, masih banyak kepercayaan yang beredar bahwa prosedur sunat atau khitan dapat membuat anak laki-laki tumbuh lebih tinggi dengan cepat. Sering kali kita mendengar cerita bahwa seorang anak mendadak bertambah tinggi tidak lama setelah disunat. Namun, secara medis, anggapan tersebut sebenarnya hanyalah sebuah mitos.

Sunat sama sekali tidak memiliki kaitan langsung dengan proses peninggian badan. Tindakan khitan bertujuan untuk memotong kulit penutup ujung organ vital demi alasan kesehatan, kebersihan, serta keagamaan. Sementara itu, faktor utama pertumbuhan tinggi anak dipengaruhi oleh tiga hal penting, yaitu genetika dari orang tua, asupan nutrisi harian yang memadai, dan kerja hormon pertumbuhan.

Mengapa mitos ini begitu kuat dipercayai? Alasan utamanya adalah masalah waktu atau momentum. Di Indonesia, anak laki-laki umumnya disunat saat memasuki usia sekolah dasar atau awal remaja. Periode ini bertepatan dengan masa pubertas, yaitu fase di mana tubuh anak secara alami mengalami lonjakan pertumbuhan pesat (growth spurt). Jadi, bertambahnya tinggi badan anak setelah disunat adalah murni hasil dari lonjakan hormon pubertas, bukan efek dari tindakan sunat itu sendiri.

Untuk membantu anak mencapai tinggi badan yang optimal, orang tua disarankan untuk fokus pada penuangan gizi seimbang, seperti memberikan makanan kaya protein, kalsium, dan vitamin D, serta mendorong anak aktif berolahraga dan tidur cukup setiap malam.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait